Jumat, 16 Agustus 2019

Takrim Najihin dan Nyate Bersama PTQI

Rabu (13/8), Untuk pertama kalinya Pusat Talaqqi Al-Qur'an Internasional Mesir (PTQI Mesir) mengadakan Takrim Najihin (penghargaan) bagi anggota Muqim yang telah dinyatakan lulus dari ujian Termin di Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir dan layak untuk naik ketingkat selanjutnya.

"Masih dalam suasana Idul Qurban, awalnya acara ini dirancang hanya sekedar bakar-bakar sate bersama seluruh anggota mukim PTQI, namun agar acara ini tambah seru maka dirangkaikan dengan TAKRIM NAJIHIN sebagai bentuk apresiasi kepada teman-teman Mukim yang berhasil naik tingkat", ujar Antonius selaku ketua panitia.

Acara dimulai setelah Maghrib dan diisi dengan Muroja'ah bersama dengan sistem tasmi' dua-dua, satu orang membaca dan teman pasangannya menyimak bacaanya. Sebelumnya, untuk mempersiapkan acara ini, selepas dzuhur anggota Mukim Banin mempersiapkan dengan bakar-bakar sate di lantai paling atas gedung sekretariat PTQI, ada sekitar 300 lebih tusuk sate disiapkan untuk dihidangkan pada acara puncaknya di malam hari, sedangkan anggota Mukim Banat bertugas membuat sambal bumbu kacang lengkap dengan lontongnya.

Setelah pembagian sertifikat penghargaan bagi anggota mukim, acara kemudian dilanjutkan dengan bincang santai dengan tema "Rekonstruksi Tujuan Awal Di Negeri Kinanah", oleh pembina PTQI.

Ada beberapa poin yang disampaikan dari para pembina PTQI, salah satunya yang disampaikan oleh Al Ustadz Amril Muhaimin Lc. , beliau berpesan: "Jangan sampai lupa apa tujuan awal kita ke Mesir, kita sering mendengar bahwa
القاهرة إن لم تقهرها قهرتك 
(Kairo, jika engkau tidak mampu menaklukkannya maka kau yang akan ditaklukkan)".
Dalam kutipan pesan diatas beliau berpesan kepada para anggota Mukim PTQI agar senantiasa mengingat tujuan awal ke Mesir, dan jangan sampai fokus ke hal yang lain yang dapat mengganggu dalam kesuksesan di perkuliahan.

Selain itu beliau juga menambahkan cerita pengalaman salah seorang senior di PTQI, "Cukup melihat pengalaman kakak kelas, bagaimana mereka merasakan yang namanya kegagalan agar kedepannya hal tersebut tidak menimpa kalian", pungkasnya.

Sebelum acara makan sate yang menjadi inti dari beberapa rangkain acara, Al Ustadz Abdul Rahim MA. selaku pembina PTQI juga memberikan beberapa Taujihat dan Isryadah, beliau memulai dengan menegaskan, bahwa; "Tujuan acara takrim ini pertama untuk mengingatkan kembali apa tujuan kita ke Mesir, dan tujuan utamanya yaitu untuk menepis anggapan bahwa dengan mengikuti progam Tahfidz atau dengan menghafal Qur'an, seseorang terhalang untuk memperoleh nilai yang najah (lulus) di kuliah, karena masih banyak yang beranggapan bahwa ketika masuk ke progam Tahfidz Al-Quran waktu menjadi habis sehingga kurang fokus terhadap progam kuliah".

Hal itu bisa dibuktikan, beberapa peserta mukim PTQI yang setiap hari menghafal dan muroja'ah, namun tetap bisa najah, dan naik ketingkat selanjutnya dengan nilai yang baik. "Jangan pernah ragu kuliah sambil mengafal Al-Quran, Al-Quran tidak pernah menghalangi teman-teman untuk sukses, justru Al-Quran menghantarkan kalian untuk sukses", tambahnya lagi.

Sebelum menutup pembicaraannya, beliau sedikit menanggapi tentang kegagalan yang pernah dialami salah satu senior di PTQI, beliau mengambil hikmah dari kejadian tersebut bahwasanya, "Agar pikiran kita tenang kita harus mendatangkan 1001 alasan untuk selalu berpikir positif, bukan berhenti ketika kita mendapati sebuah kegagalan, harus bangkit dan berusaha, salah seorang senior PTQI yang tadi diceritakan oleh Al Ustadz Amril sebagai contohnya beliau berhasil bangkit dan sekarang sedang memperjuangkan gelar masternya".

Kemudian acara ditutup dengan makan bersama, sate bumbu kacang lengkap dengan lontongnya menjadi hidangan spesial pada malam itu.

Rep: Risma
Red: Azka





Share:

1 komentar:

Terbanyak Dibaca