Senin, 19 Agustus 2019

Semarak Kemerdekaan di Negeri Rantau

PTQI-Mesir, Sabtu (17/8) gegap gempita memperingati HUT Republik Indonesia tersiar dipelbagai penjuru daerah di tanah air. Tepat 74 tahun silam Indonesia mencapai puncak proklamasinya. Sungguh nikmat yang luar biasa dapat terlepas dari belenggu penjajahan. Berbagai kegiatan pun turut diadakan untuk mengenang kembali nikmat tersebut. Mulai dari lomba-lomba 17-an, seminar kebangsaan, hingga penghormatan bagi para Pahlawan Nasional perjuangan.

Meskipun berada di Negara Rantau, Tak ingin ketinggalan Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) juga ikut memeriahkan HUT tanah air mereka. Salah satunya Mahasiswa yang tergabung di lembaga Pusat Talaqqi Al-Quran Internasional Mesir (PTQI-Mesir). Di sela-sela kesibukan menghafal Al-Quran, PTQI mengadakan lomba-lomba untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-74. "Tujuan diadakan acara Lomba 17-an bersama PTQI ini untuk menjalin silaturahim antara keluarga besar PTQI dan menghormati perjuangan para pahlawan terdahulu dalam memerdekakan negara Indonesia, salah satunya dengan melaksanakan kegiatan ini", Ujar Ahmad Nafi sebagai Ketua Pelaksana.

Beberapa lomba yang diadakan dirangkai mirip dengan kebanyakan lomba Peringatan Kemerdekaan di Indonesia. Ada lomba sarung gila, lomba sentil centil, lomba tarik tambang, lomba mencari koin dalam terigu, lomba puzzle Al-Qur'an, lomba membawa kelereng menggunakan sendok, lomba paku bumi, lomba muka timun, dan lomba-lomba lainnya. Semua lomba didesain sekreatif mungkin agar menambah daya tarik dan semangat para peserta lomba.

Acara berlangsung meriah, dimulai selepas ashar bertempat di Taman Al Azhar, Darrasah, Kairo, Mesir. Dibuka dengan upacara penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, sambutan dari ketua panitia dan diilanjutkan dengan pembagian 4 kelompok; Lemper, Gethuk, Jalangkote dan Mendoan.
Semua nama-nama kelompok diambil dari makanan khas daerah di Indonesia;

"Acara yang sangat menakjubkan, Gak nyangka bakal seramai itu dan sedekat itu yang awalnya gak kenal satu sama lain jadi kenal, terasa persaudaraannya begitu erat ditambah lagi kita berbagai daerah tapi tidak ada perbedaan di antara kita semuanya jadi satu, pokoknya senang bisa hadir dalam keluarga PTQI apalagi di tambah dengan musyrif dan musyrifahnya yang ramah-ramah dan baik hati", kesan dari Siti Rohmah, salah satu anggota PTQI.

Acara berakhir pukul 21.00 waktu Kairo, ditutup dengan pengumuman para pemenang lomba, dan yang tampil sebagai juara umum diraih oleh kelompok Jalangkote. Usai pembagian hadiah kepada masing-masing pemenang lomba, acara pun ditutup dengan makan-makan bersama.

Rep: Risma,
Red: Azka





Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Terbanyak Dibaca