Selasa, 05 Maret 2019

Ujian 5 dan 10 juz PTQI Edisi Bulan ini Terapkan Sistem Baru

ptqi-mesir, Jumat(1/3) Tepat satu bulan usai ujian termin satu, beberapa peserta didik PTQI yang sudah mencapai target 5 juz dan 10 juz diwajibkan untuk mengikuti ujian lima juz yang digelar secara rutin setiap akhir bulan. Kegiatan ini bertujuan; Pertama sebagai ajang silaturahim anggota PTQI mukim dan non-mukim setiap satu bulan sekali. Kedua untuk menguji kemampuan hafalan peserta progam PTQI.

Acara diawali dengan pembukaan dari Muhammad Mi'raj selaku penguji. Kemudian langsung dilanjutkan dengan ujian 5 juz dan 10 juz. Ada yang berbeda pada sistem ujian kali ini apabila dibandingkan dengan ujian-ujian sebelumnya, yakni dengan menggunakan metode soal berkode. Daftar nama peserta akan diacak, dan akan maju dengan kode soal yang sudah mereka pilih sebelum tampil. Setiap paket soal berisi 4 pertanyaan, soal pertama peserta akan diminta untuk melanjutkan apa yang telah dibacakan penguji pada ayat tertentu sebanyak satu halaman, kedua penguji menyebutkan suatu halaman dan peserta harus menyebutkan posisi ayat bagian atas atau bawah lalu melanjutkannya, ketiga sama seperti paket kedua namun perbedaannya juri akan menambah atau mengurangi nomor halaman tersebut, lalu terakhir soal akan diberikan kepada audiens untuk dibacakan lalu peserta menjawab soal tersebut.

Dengan jumlah sebanyak 16 peserta yang diuji dari banin maupun banat yaitu; Aisyah Nur Rohmah, Rynda Noor Pradana, Rosiana Truman, Antonius Zuhdy, Muhammad Ihsan, Ahmad Faisal Rifai, Marwah Zulalita Alita, Khofifah Ayu Kartika, Muhammad Ghany Maulana, Rika Amalia Zahra, Fitra Kumkelo Rajab, Imron Yakub, Ahmad Nafi Royhan, Naily Khulaidah, Adam Huda Haqiqi, dan Nurul Muhyida Muslimin.

Ujian edisi bulan Maret kali ini bisa dibilang mengalami peningkatan, selain karena jumlah peserta merupakan yang terbanyak dibanding ujian-ujian yang pernah diadakan sebelumnya, juga karena kesiapan para peserta ujian yang lebih matang. Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 pagi dan selesai sekitar pukul 16.30 ini berlangsung dengan lancar, meski ada beberapa peserta yang masih terlihat grogi ketika diuji. Pesan Muhammad Mi’raj usai menguji para peserta, “Jangan sekali-kali meninggalkan hafalan yang sudah diperjuangkan! karena sistem apapun yang digunakan untuk menghafal Al-Qur'an, kalau tidak dibarengi dengan keistiqomahan murajaah, sama sekali tidak ada apa-apanya."

Dipenghujung acara, beberapa nasihat yang kiranya dapat meng-charge semangat para peserta yang hadir disampaikan langsung oleh H. Amril Muhaimin Lc selaku wakil direktur PTQI, beliau menyampaikan, “Kita harus senantiasa Kembali ke niat awal menghafal Al-Qur'an. Bukan karena ingin masuk surga, akan tetapi mengharap ridha Allah dan ingin dekat dengan Allah. Maka sebenarnya surga adalah tsamaroh." Beliau juga menyampaikan bahwa kesengsaraan tidak akan bisa menyatu dengan tiga hal, pertama dengan berbakti kepada kedua orang tua. Kedua dengan doa, dan yang ketiga tidak akan menyatu kesengsaraan dengan Al-Qur'an.

"Alhamdulillah ujian 5 juz bulan ini berjalan lancar, dan semuanya khidmat menikmati jalannya ujian. Menurut saya, yang terpenting dalam ujian ini adalah breafing satu bulan penuh sebelum hari H ujian. Karena dalam satu bulan itu kita dituntut untuk bagaimana caranya menguasai 5 juz beserta halaman-halamannya, dan ingat itu tidak mudah dan pastinya butuh kesabaran yang ekstra. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita setelah ujian selesai, apakah kita akan membiarkan 5 juz itu begitu saja ataukah sebaliknya, itu semua kembali kepada diri kita masing-masing." Kenang Muhammad Ghany, salah satu peserta ujian kategori 5 juz.

Rep: Adam Huda H.
Red: Risma Zuhdiyah



Share:

2 komentar:

  1. اللهم وفقنا بالاخلاص في الاقوال والاعمال

    BalasHapus

Terbanyak Dibaca